80% Orang Berhasil pada Tahap Interview Menggunakan 3 Cara ini


Bekerja di perusahaan ternama adalah sebuah dambaan bagi setiap orang. Sebab dengan bekerja di perusahaan tersebut, sudah pasti akan memberikan benefit yang mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hingga tak jarang setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan bekerja pada perusahaan tersebut. Sayangnya, semakin bonafit sebuah perusahaan semakin selektif pula proses seleksinya. Terlebih saat proses interview atau wawancara. Mereka (perusahaan) tidak akan sembarangan mengutus orang untuk melakukan proses interview guna mencari bibit karyawan terbaik.

Begitu banyak keluhan para jobseeker mengenai rumitnya proses interview dengan pertanyaan-pertanyaan mematikan. Tapi, dari sekian banyak yang gagal, adapula yang berhasil melampaui ketatnya proses tersebut. Dari beberapa sumber yang dihimpun, 3 tips berikut efektif membuat team HRD akan takjub dengan si pelamar kerja.

1. Tampil Rapi
Penampilan memang bukan segalanya, tapi awal mula dari segalanya adalah penampilan. Saat awal mula bertatap muka, sebelum memulai pembicaraan pasti yang dilihat terlebih dahulu adalah penampilan. Walau tidak berparas tampan atau cantik, tapi dengan berpenampilan rapi akan memberikan poin lebih untuk kita. Berpenampilan rapi saat melakukan proses interview menunjukkan kualitas dan kesungguhan kita untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Sebab, jika berpenampilan tidak rapi, sudah bisa terlihat karakter yang tidak tertata pada diri seseorang. Selain itu, team penguji akan merasa tidak dihargai jika kita mengenakan pakaian yang sama sekali tidak rapi dan tidak mencerminkan jiwa keteladanan. Pada dasarnya, semakin rapi penampilan seseorang, akan semakin enak dipandang. Semakin enak dipandang, akan menimbulkan rasa nyaman hingga akhirnya ketertarikan pun muncul.

2. Jujur
Setiap penguji dalam proses interview merupakan orang-orang pilihan yang memang berbakat dalam mengetahui karakter dan kemampuan para pelamar. Pertanyaan-pertanyaan rumit yang dilontarkan membuat mati kutu. Tapi, dengan berusahan jujur, itu akan meningkatkan nilai kita dalam penilaian mereka. Walau kita terkesan "bodoh" karena terlalu jujur, itu baik. Lebih baik tidak bisa menjawab karena jujur daripada terlalu banyak alasan karena bohong. Mereka team penguji sangat mengetahui apakah jawaban kita itu jujur atau mengandung unsur kebohongan. Yang dicari oleh mereka bukanlah kehebatan kita, tapi kejujuran. Sebab, skill bisa diupgrade saat sudah bekerja, namun attitude merupakan hal yang utama. Jadi, usahakanlah selalu jujur dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka.

3. Cakap dan Lugas
Orang smart dapat dilihat dari cara berbicaranya. Dengan berbicara lancar dan rapi tatanan kalimatnya, orang itu adalah orang yang berpotensi. Sebaliknya, jika berbicara terbata-bata terlebih karena grogi, maka kita akan menjadi sasaran empuk bagi team penguji. Usahakan selalu menjawab dengan lugas, cakap, seperlunya. Jangan terlalu bertele-tele, langsung ke pokok pembahasan. Cermati setiap pertanyaan yang dilontarkan, lantas jawab dengan tanpa melenceng dari topik. Perlu diketahui, semakin sering team penguji bertanya, berarti semakin tertarik mereka kepada kita. Saat sedang interview, amatilah durasi waktu dari setiap pelamar. Jika durasi interview kita lebih lama dari pelamar lain, kemungkinan besar team penguji lebih berminat kepada kita. Sebab, sesuai dengan hukum dasar, sharing akan lebih hidup dan berdurasi lama jika bersama orang yang asyik.

Penulis : Maulana Affandi

Labels: