Pengertian Sintaksis | Belajar Ilmu Sastra



A. Pengertian atau Definisi Sintaksis secara Etimologi
Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti ’dengan’ dan kata tattein yang berarti ’menempatkan’. Jadi, secara etimologi berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. Selain dari bahasa Yunani, sintaksis juga berasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis. Sintaksis juga berasal dari bahasa Inggris yaitu syntax. Istilah sintaksis (Belanda, Syntaxis) ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase (Ramlan 2001:18).

B. Pengertian atau Definisi Sintaksis dalam Linguistik
Di dalam linguistik, sintaksis adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami. Selain aturan ini, katasintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana "sintaksis Irlandia Modern."

C. Pengertian atau Definisi Sintaksis dari Berbagai Ahli
Menurut Gleason (1955) “Syntax maybe roughly defined as the principles of arrangement of the construction (word) into large constructions of various kinds.” Artinya adalah sintaksis mungkin dikaitkan dari definisi prinsip aransemen konstruksi (kata) ke dalam konstruksi besar dari bermacam-macam variasi. Berbeda dengan Robert (1964:1) yang berpendapat bahawa sintaksis adalah bidang tata bahasa yang menelaah hubungan kata-kata dalam kalimat dan cara-cara menyusun kata-kata itu untuk membentuk sebuah kalimat. Sejalan dengan itu Ramlan (1976:57) menyebutkan bahawa sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan struktur farase dan kalimat.
Baca juga: Pengertian Stilistika, Pengertian Leksikografi, Pengertian Semantik
Sintaksis adalah bagian dari pengetahuan linguistik yang menelaah struktur kalimat (Fromkin dan Rodman 1983:200). Sejalan dengan itu, Kridalaksana (1993) berpendapat bahwa sintaksis adalah subsistem bahasa yang mencakup tentang kata yang sering dianggap bagian dari gramatika, yaitu morfologi dan cabang linguistik yang mempelajari tentang kata. Selain itu, beliau juga mendefinisikan sintaksis sebagai pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata. Menurut aliran struktural, sintaksis diartikan sebagai subdisiplin linguistik yang mempelajari tata susun frasa sampai kalimat. Dengan demikian ada tiga tataran gramatikal yang menjadi garapan sintaksis, yakni: frasa, klausa, dan kalimat (Suparno 1993: 81).

“The system of the rules and categories that underlines sentence formation in human language” (O’ Grady, et. al. 1997). Artinya adalah aturan dalam sistem pola kalimat dasar dalam bahasa manusia. Sedangkan Verhaar (1999:161) mendefinisikan bahwa sintaksis adalah tata bahasa yang membahas hubungan antar kalimat dalam tuturan. Pendapat tersebut diperkuat oleh Arifin dan Junaiyah (2008:1) bahwa sintaksis membicarakan hubungan antarkata dalam tuturan. Pendapat lain tentang pengertian sintaksis bahwa sintaksis merupakan bidang subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan antarkata dalam tuturan yang meliputi tata susun frase, tata susun klausa, dan tata susun kalimat dalam suatu bahasa (Arifin 2009).

Labels: