Memikat Hati Perempuan dengan Puisi, Apakah Masih Berlaku?


Mungkin kalian semua mengetahui bagaimana hebatnya kekuatan puisi untuk memikat hati perempuan yang dicintai. Semakin indah puisi yang diciptakan, semakin luluh pula hati perempuan yang didambakan. Namun, seiring berkembangnya waktu, banyak yang mengatakan jika berpuisi saat ini bukanlah sebuah tindakan efektif demi menarik simpati perempuan. Sebab, banyak argumen yang mengatakan jika perempuan saat ini lebih tertarik kepada lelaki yang pandai berkarir, bukannya berpuisi.

Lantas, apakah pernyataan tersebut benar? Mungkin sebagian orang mengatakan benar, namun tidak seperti itu adanya. Tidak semua perempuan tertarik kepada pria yang memiliki karir baik. Pada dasarnya, puisi tidak hanya diartikan sebagai kumpulan kata yang mengandung makna dalam. Tapi, puisi juga bisa dikaitkan dengan cara kita berbicara dan mengatur tatanan kalimat agar apapun yang kita ucapkan terdengan manis di telinga perempuan.

Bisa dibayangkan, pria yang hanya mengandalkan karir, belum tentu bisa menjadi pria yang romantis dengan ribuan bahasa manisnya. Sebab, pacaran atau pernikahan adalah sebuah hubungan yang berjalan dengan waktu yang cukup lama. Jadi, jika dilalui hanya dengan masalah materi, hubungan tersebut akan terasa dingin dan cukup membosankan.

Beda halnya jika seorang pria yang mampu menghidupkan suasana hangat dengan ucapan syahdu dan manisnya. Niscaya, hubungan tersebut akan lebih indah dan bertahan dalam waktu yang lama. Ingat, masalah rezeki sudah ada yang mengatur dan kita bisa menggapai rezeki tersebut bersama orang yang kita cintai. Tapi, jika sudah berbicara masalah hati, secuilpun tidak dapat kita lukai dengan ucapan dan tindakan yang tidak terpuji. Jadi, tetaplah menjadi pria yang memiliki tutur kata baik seperti sedang berpuisi.

Penulis   : Maulana Affandi

Labels: