Semiotik Sastra | Sastra Wacana


Semiotik adalah teori tentang tanda, ada pula yang mengatakan bahwa ini adalah teori tentang gaya bahasa. A. Teew ( 1984 : 6 ) mendefinisikan semiotik adalah tanda sebagai tindakan komunikasi dan kemudian disempurnakan menjadi model sastra yang mempertanggungjawabkan semua faktor dan aspek hakiki, untuk pemahaman gejala susastra sebagai alat komunikasi yang khas dalam masyarakat. 

Semiotik merupakan bahasa yang mencerminkan bahasa sastra yang estetis, sistematis dan memiliki pluralitas makna ketika dibaca oleh pembaca dalam memberi pemahaman terhadap teks karya sastra.

Semiotik terbagi atas tiga konsep, yaitu :

Semiotik pragmatik, berkaitan dengan asal - usul tanda, kegunaan tanda dalam penerapan, dan efek tanda bagi yang menginterpretasikannya. Semiotik pragmatik ini dalam batas perilaku objek.
Semiotik sintaktik, adalah kombinasi tanda tanpa memperhatikan maknanya ataupun hubungannya terhadap perilaku subjek.
Semiotik semantik, adalah tanda dalam " arti " yang disampaikan.
Wawasan semiotik dalam studi sastra ( Amminudin ) :

Karya sastra merupakan gejala konsumsi yang berkaitan dengan pengarang, wujud sastra sebagai sistem tanda, dan pembaca.
Karya sastra merupakan salah satu bentuk penggunaan sistem tanda yang memiliki struktur dalam tata tingkat tertentu.
Karya sastra merupakan fakta yang harus direkrontruksikan pembaca sejalan dengan dunia pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya.
 

Teori semiotik 

Charles Sander Pierce ( 1839 - 1913 ), mengemukakan tentang teori segitiga makna : 


Tanda ( sign ), adalah sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan meripakan sesuatu yang merujuk ( merepresentasi ) hal lain di luar tanda itu sendiri. Tanda terbagi menjadi tiga yaitu simbol, ikon, dan indeks. Simbol adalah tanda yang muncul dari kesepakatan atau konvensi - konvensi bahasa. Ikon adalah tanda - tanda yang muncul dari perwakilan fisik. Indeks adalah tanda yang muncul dari hubungan sebab akibat. Dalam penelitian sastra dengan menggunakan pendekatan semiotik, tanda berupa indeks yang paling banyak dicari, yaitu berupa tanda-tanda yang menunjukan hubungan sebab - akibat.


Interpretant atau penggunaan tanda, adalah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda.
Objek, adalah konteks sosial yang menjdi referensi dari tanda atau sesuatu yang dirujuk tanda. 


Ferdinad De Sausure, mengemukakan pembagian tanda menjadi :

Rolan Barthes, membagi tanda menjadi dua yaitu :
Kelebihan semiotik dalam menelaah karya sastra :
Kelemahan semiotik dalam menelaah karya sastra :


Sumber : Klik di sini

Labels: