Pengertian Humaniora | Kajian Sastra dan Budaya


Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi saat mendengar istilah humaniora atau perlakuan yang humanus. Namun, tidak jarang yang mengerti mengenai definisi dari humaniora itu sendiri. Biasanya, humanus lebih ditekankan pada sebuah perlakuan manusia kepada manusia lainnya.  Perlakuan yang benar dan tidak meninggalkan etika bermasyarakat memang perlu dilakukan demi menjalin sebuah hubungan yang sehat tanpa adanya konflik.

Humaniora merupakan ilmu yang berhubungan dengan Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu yang monolit yang sudah merupakan Body of Knowledge (tubuh keilmuan). Karena sasaran ilmu ini adalah masalah-masalah manusia dan budayanya, mencakup filsafat, teologi, sejarah, seni, dan cabang-cabangnya termasuk seni sastra, seni musik, seni lukis, dan sebagainya. Ilmu budaya dasar yang kita kenal kini, di luar negeri terutama di Negara-negara Barat dikenal dengan istilah humaniora, yang merupakan istilah lain dari The Humanities. Istilah itu berasal dari bahasa latin Humanus yang dalam bahasa Indonesia berarti manusiawi, berbudaya, dan halus (Widagdho, 2010:15).
 Baca juga: Pengertian Leksikografi, Periodisasi Sastra Indonesia
Manusia hidup dan tumbuh berkembang didampingi kebudayaan sejak masih belia. Kebudayaan yang telah diwariskan dari nenek moyang tanpa disadari dapat membentuk moral manusia menjadi lebih baik dan lebih halus. Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah akal dan budi atau yang lazim disebut pikiran dan perasaan. 

Disatu sisi akal dan budi atau pikiran dan perasaan tersebut telah memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih daripada tuntutan makhluk lain (Widagdho, 2010:24). Ruang lingkup humaniora ada delapan, yaitu manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.

Penulis : Maulana Affandi

Labels: