Tips Melatih Pantomim Untuk Anak Kecil



Pantomim adalah seni pertunjukan yang memvisualisasikan suatu objek atau benda tanpa menggunakan dialog. Namun, menggunakan gerakan tubuh dan mimik wajah. Bahkan pantomim memvisualisasikan rasa dengan gerakan tubuh dan mimiknya. Sederhananya, pantomim merupakan pertunjukan yang tidak menggunakan bahasa verbal.

Pantomim tergolong dalam seni acting yang satu kategori dengan teater maupun drama. Begitu banyak pantomim yang sudah melalang buana di tingkat internasional maupun nasional, seperti Septian Dwi Cahyo. Begitu banyak antusias dan minat seni pantomim belakangan ini dari kalangan pelajar. Bahkan, beberapa tahun terakhir, lomba-lomba antar sekolah sering menjadikan lomba pantomim sebagai list lomba utamanya.

Walau sekarang seni pantomim sudah menjadi hal yang sangat digandrungi, tidak sedikit tenaga pendidik atau guru dari sekolah yang tidak mengerti bagaimana proses pembelajaran pantomim untuk anak didiknya. Sehingga pihak sekolah rela mengeluarkan biaya untuk memanggil tenaga ahli dalam seni pantomim guna melatih muridnya.

Sebelum masuk ke dalam tips melatih pantomim untuk anak, perlu diketahui terlebih dahulu jika ada beberapa kajian penilaian dalam aksi atau pementasan pantomim, yaitu ide cerita, harmonisasi musik, aksi gerakan, blocking atau penguasaan panggung, make up, serta wardrobe. Pelatih pantomim harus mengetahui beberapa unsur penilaian tersebut.

Pada dasarnya, kemampuan berfikir dan kemampuan fisik anak tidaklah sama dengan yang lainnya. Pelatih pantomim harus mampu melihat dan menyeleksi demi mendapatkan bibit pemeran pantomim terbaik. Biasanya, pelatih pantomim yang sudah berpengalaman saat menyeleksi anak yang akan diikutsertakan lomba tidak repot-repot menyuruh ratusan murid untuk berakting. Tapi, pelatih tersebut bertanya kepada guru mengenai anak yang super nakal dan proaktif di kelas. Biasanya anak seperti itu merupakan anak yang mudah memahami dan menghapal gerakan yang diperagakan.
Baca juga: Pengertian dan Sejarah Perkembangan Pantomim
Selanjutnya, saat sudah menemukan anak yang akan dilatih, tanyakan dia apakah dia bersedia dan tidak malu jika harus berakting di depan orang banyak. Umumnya anak yang seperti itu sangatlah cuek, dia tidak peduli dan memiliki mental baja. Itulah salah satu alasan memilihnya. Lalu, beri dia pemahaman singkat mengenai seni pantomim. Setelah anak mengetahui apa yang dimaksud pantomim, beri dia contoh pantomim melalui video atau gerakan lantas suruh dia memperagakan gerakan tersebut.

Anak akan mudah mengingat dan mengerti hal apapun jika itu terjadi pada dirinya! Inilah salah satu konsep mendidik anak usia dini, menanamkan dan memberikan contoh tentang kesehariannya dalam beraktifitas, begitu juga dengan pantomim. Ajarkan dia gerakan-gerakan yang setiap hari ia lakukan, seperti bangun tidur, menata kasur, mandi, makan, hingga berangkat sekolah.

Banyak orang salah mengajarkan pantomim kepada anak didiknya, pelatih memaksa gerakan yang memang tidak pernah dilakukan anak sebelumnya, sehingga anak tersebut sangat kewalahan dan berpikir keras untuk melakukan gerakan tersebut, contohnya bertani, berjualan, dsb. Banyak kejadian pelatih pantomim mengajarkan gerakan-gerakan tersebut kepada anak didiknya. Walau tujuan gerakan tersebut adalah baik demi mendidik anak, tapi hal tersebut kurang tepat diberikan kepada anak kecil yang tidak pernah melakukan hal tersebut sebelumnya. Jadi, ajarkan dia mengenai gerakan-gerakan yang setiap hari ia lakukan dalam aktifitasnya.

Selain itu, pelatih pantomim harus mampu melihat karakter anak didik tersebut. Apakah dia seorang anak dengan karakter jenaka atau serius. Hal tersebut dapat dilihat dari cara bergerak, berbicara, dan berfikirnya. Kenapa perlu melihat karakter anak? Karena hal ini berkaitan dengan wardrobe, make up, dan ide cerita dari penampilan pantomimnya tadi. Contoh anak yang memiliki karakter jenaka, maka kita latih dia untuk memeragakan gerakan yang jenaka, memberikan dia kostum yang jenaka, dan memberikan make up dengan bias jenaka pula. Maka semua hal tersebut mampu menjadikan pementasannya menjadi lebih hidup dan bernyawa.

Umumnya pementasan pantomim untuk anak berdurasi 3 – 5 menit. Dalam waktu singkat tersebut, berikan dia gerakan-gerakan yang baik dan berurutan. Seperti, bangun tidur langsung merapikan kasur, bergegas untuk mandi, setelah mandi lalu makan pagi, sampai berangkat sekolah. Jadi, dengan gerakan yang berurutan tersebut, memudahkan anak dalam memahami seni pantomim yang akan dia peragakan. Sekali lagi, jangan berikan gerakan yang tidak urut kepada anak, karena hal tersebut membuat ia berpikir keras sehingga penampilannya tidak bisa maksimal.

Beri dia kesempatan untuk mengeksplore dirinya lebih dalam, tawarkan gerakan apa yang menurutnya lebih nyaman. Contoh saat akan mandi, dia biasanya sikat gigi terlebih dahulu atau langsung mandi. Jika dia menyikat gigi terlebih dahulu, biarkan dia lakukan itu dalam gerakan pantomimnya asal tidak ke luar dari ide cerita. Intinya, beri ruang kepada anak untuk mengeksplore dirinya, tidak selalu mengikuti gerakan yang diajarkan oleh pelatih.

Tips terakhir, ajarkan anak mengenai penguasaan panggung. Karena pementasan yang baik merupakan pementasan yang mampu menguasai panggung, artinya tidak ada panggung yang kosong, semua terisi oleh aksinya. Jadi, dengan panggung yang cukup lebar, ajarkan dia untuk bergerak susai urutan mengisi ruang panggung agar tidak ada ruang panggung yang kosong dalam pementasannya.

Nah, sekian tips melatih pantomim untuk anak. Artikel ini hanyalah sekedar tips yang berasal dari pengalaman pribadi saat melatih dan mampu membawa beberapa anak latih menjadi juara dalam tingkatannya. Sekian, semoga artikel ini dapat membantu Anda.


Penulis : Maulana Affandi

Labels: