Menulis Adalah Cara Menangani Malas Belajar


Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman nih. Bagi kalian yang sangat susah dan merasa malas untuk belajar, mungkin cara saya ini dapat menjadi alternatif untuk menanganinya. Belajar itu selalu diidentikkan dengan membaca, membaca, dan membaca. Namun, tak jarang orang yang enggan untuk membaca. Jangankan membaca, menyentuh buku dan membukanya saja sudah tidak ada hasrat. Membaca karena paksaan atau keadaan tertekan pasti tidak akan bermanfaat bagi kita dan hanya menimbulkan depresi.

Nah, sama seperti saya dulu. Saya akan belajar jika telah terjadi tragedi antara saya dan orang tua. Lambat laun saya merasa prestasi saya mulai menurun karena kurangnya minat belajar. Setelah nilai-nilai semakin anjlok dan terjun bebas, saya mulai sadar akan pentingnya belajar. Mulai dari situlah saya membulatkan niat untuk giat belajar supaya nilai tidak tambah terjun bebas hilang terbawa angin.

Setelah keinginan hati sudah dimantapkan, kendala yang terjadi adalah tentang selera. Saya yang sudah terbiasa malas membaca tetap enggan untuk menyentuh buku bacaan atau buku paket. Awalnya saya bertanya dalam hati “bagaimana saya bisa mengerti dengan pelajaran jika saya tidak membaca?”. Semakin dipaksa, semakin rusak mood untuk belajar. Akhirnya saya menyiasatinya dengan MENULIS.

Menulis merupakan alternative bagi yang sangat susah untuk membaca. Menulis memang tidak mudah, karena kadang kita bingung dengan apa yang akan kita tulis. Namun, menulis juga menjadi hal yang sangat sederhana apabila kita penuh penghayatan dan rasa ikhlas. Menulis dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan kita, biasanya orang yang mulai suka menulis akan terus menulis dengan tekun. Orang menulis sudah pasti membaca apa yang dia tulis. Jadi kebiasaan menulis tanpa sadar membuat kita tulus membaca walaupun kita adalah orang yang sangat malas untuk membaca.

Menulis bukan cuma hanya satu topik, banyak yang dapat ditulis. Seperti puisi, cerpen, pengalaman pribadi, dan sebagainya. Orang yang sering menulis dan terus menulis biasanya berganti-ganti topik tulisan karena dia bosan dengan topik yang sama. Jadi untuk teman-teman yang malas belajar (membaca), menulislah mulai sekarang. Tulis tulisan yang menurut kalian bermanfaat atau tulis apa saja yang ingin kalian tulis asalkan sifatnya positif. 

Untung-untung jika tulisan kita dilirik salah satu penerbit atau media cetak dan akhirnya diterbitkan. Setelah cukup banyak tulisan yang ditulis, nanti kalian akan terbiasa dan akan sangat merasakan betapa nikmatnya menulis dan betapa luar biasa manfaatnya tanpa kita sadari. Nah, semoga pengalaman saya bermanfaat untuk kalian semua. Ingat, seringlah menulis agar tidak salah tulis dan seringlah membaca agar tidak salah baca.

Labels: